top of page

Sambiloto

2e29ae4e-c10c-412b-8f2b-7a6c10f873e4.jpg

Andrographis paniculata

Nama lokal: Sambiloto
Nama ilmiah: Andrographis paniculata
Penemu:-
Sejarah singkat:
Tanaman ini berasal diduga dari Asia Tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan Jawa.

Ciri - Ciri

Cara berkembang biak: berkembang biak secara vegetatif dengan Rimpang akan tumbuh tunas baru dan berkembang menjadi tanaman baru


1. Fisiologi:

- Batang

Tegak, berbentuk segi empat, dan bercabang banyak.



- Daun

Berbentuk lanset memanjang, ujung runcing dengan panjang 2–8 cm, lebar 1–3 cm, warna hijau tua.


- Bunga
Kecil, berbentuk tabung, berwarna ungu keputihan, tersusun dalam tandan di ujung batang atau ketiak daun


- Penyerbukan

Terjadi secara sendiri (autogami) dan dibantu oleh serangga.


-  Suhu
Optimal pada suhu 25–32°C, cocok di iklim tropis.


-  TanahTumbuh baik di tanah gembur, subur, dan kaya humus.


-  Penyiraman

sekali sehari, cukup menjaga kelembapan tanpa berlebihan.



-  Kelembaban

Kelembaban udara 60–80%, tidak tahan terhadap kekeringan ekstrem.


- Pencahayaan:

Membutuhkan cahaya matahari penuh (6–8 jam per hari).

2

Taksonomi

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

  • Divisi : Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh)

  • Subdivisi : Angiospermae (Tumbuhan berbunga)

  • Kelas : Magnoliopsida (Dikotil)

  • Ordo : Lamiales

  • Famili : Acanthaceae (Suku Acanthus)

  • Genus : Andrographis

  • Spesies : Andrographis paniculata

3

Manfaat 

Sambiloto (Andrographis paniculata) mengandung zat aktif yang disebut andrografolida. Zat yang terdapat pada daun tanaman ini memiliki sifat antiradang, antibakteri, antivirus, dan antioksidan. Ada banyak manfaat sambiloto yang bisa diperoleh bagi kesehatan tubuh, yaitu: 
 

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

  • Meredakan demam dan flu

  • Bersifat antiinflamasi & antibakteri

  • Menurunkan kadar gula darah (baik untuk diabetes)

  • Menurunkan tekanan darah tinggi

  • Menjaga kesehatan hati (hepatoprotektor)

  • Mengatasi gangguan pencernaan (diare, maag)

  • Membantu mengobati infeksi saluran pernapasan

  • Mengatasi infeksi kulit & jerawat

  • Bersifat antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

4

Cara budidaya

- Memilih pot:

  • Gunakan pot dengan ukuran yang cukup besar, minimal 30 cm diameter.

  • Pastikan pot memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air.



- Memilih media tanam:

  • Gunakan campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 agar tanah gembur dan memiliki drainase yang baik. pH tanah ideal 6,0 – 7,0 dan cukup subur.


- Menanam:

  • Gunakan biji atau stek batang.

  • Jika menggunakan stek, potong batang sekitar 10–15 cm dengan 2–3 mata tunas.

  • Tanam stek pada kedalaman 2–3 cm dalam media yang sudah disiapkan.

  • Letakkan pot di tempat terkena cahaya matahari langsung (6–8 jam sehari).


- Menyiram: 

Siram 1 kali sehari pada pagi atau sore hari, pastikan media tetap lembab tetapi tidak tergenang air.


- Merawat:

  • Pemupukan: Berikan pupuk organik setiap 1 bulan sekali untuk mendukung pertumbuhan.

  • Penyiangan: Bersihkan gulma atau tanaman liar yang mengganggu pertumbuhan sambiloto.

  • Pengendalian hama: Gunakan pestisida alami jika ada serangan hama.

  • Panen: Sambiloto siap dipanen setelah 3–4 bulan dari penanaman, dengan cara memetik daun atau seluruh tanaman.

Nature Reserve

Kontak Kami

Yayasan Tarakanita
J
l. Pelepah Indah Raya Jl. Boulevard Raya Gading Serpong No.1, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten 18510
P: (021) 3908836

© 2023 Tarakanita Tangerang Community of Research Team

  • Youtube
  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
bottom of page