top of page

Temu Lawak

6d83ad46-d512-4d61-9f31-35c34bc0a404.jpg

Curcuma xanthorrhiza

Nama lokal: Temu Lawak
Nama ilmiah: Curcuma xanthorrhiza
Penemu:-
Sejarah singkat:
Tanaman ini berasal dari Pulau Jawa dan tersebar di Asia Tenggara, seperti MalaysiaThailandFilipinaTiongkokIndiaJepangKorea, serta beberapa negara di Eropa. Tidak hanya tumbuh pada daerah Jawa saja, rempah ini juga tumbuh pada dataran di Pulau Maluku dan Kalimantan.

Ciri - Ciri

Cara berkembang biak: berkembang biak secara vegetatif dengan Rimpang akan tumbuh tunas baru dan berkembang menjadi tanaman baru


1. Fisiologi:

- Batang

  • Batang semu, tersusun dari pelepah daun yang saling menutupi dan berwarna hijau dengan tinggi sekitar 2 – 2,5 meter.



- Daun

  • Berbentuk lanset memanjang, dengan ujung meruncing, Panjang daun sekitar 31 – 84 cm, lebar 10 – 18 cm dan berwarna hijau dengan garis tengah yang sering kali lebih gelap.


- Bunga
Warna bunga umumnya kuning, sedangkan bagian kelopak berwarna kehijauan


- Penyerbukan

  • Mengandalkan serangga sebagai perantara (entomogami).

  • Biasanya dibantu oleh lebah dan kupu-kupu.


-  Suhu
Handeuleum tumbuh baik pada suhu 25-30°C dan Tidak tahan terhadap suhu yang terlalu dingin atau beku.


-  Tanah
Cocok tumbuh di tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik


-  Penyiraman

Tidak membutuhkan terlalu banyak air, cukup 1 – 2 kali sehari di musim kemarau.



-  Kelembaban

  • Tumbuh baik pada kelembaban udara 70 – 90%.

  • Tidak terlalu tahan terhadap kekeringan ekstrem


- Pencahayaan:

  • Membutuhkan cahaya matahari penuh atau teduh parsial.

  • Bisa tumbuh di area yang sedikit terlindungi dari sinar matahari langsung.

2

Taksonomi

  • Kingdom:

  • Plantae (Tumbuhan)

  • Divisi : Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh)

  • Kelas : Liliopsida (Monokotil)

  • Ordo : Zingiberales

  • Famili : Zingiberaceae (Suku Jahe-jahean)

  • Genus : Curcuma

  • Spesies : Curcuma xanthorrhiza

3

Manfaat 

Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) memiliki banyak manfaat, terutama dalam bidang kesehatan dan pengobatan tradisional Berikut adalah beberapa manfaatnya:
 

  • Menjaga kesehatan hati

  • Melancarkan pencernaan

  • Anti-inflamasi & antioksidan

  • Menurunkan kolesterol

  • Meredakan radang sendi (arthritis)

  • Meningkatkan nafsu makan

  • Mengatasi masalah kulit

  • Menurunkan kadar gula darah

4

Cara budidaya

- Memilih pot:

  • Gunakan pot dengan ukuran yang cukup besar, minimal 30 cm diameter.

  • Pastikan pot memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air.



- Memilih media tanam:

  • Gunakan campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 agar tanah gembur dan memiliki drainase yang baik. pH tanah ideal 5,5 – 7,0 dan gembur


- Menanam:

  • Gunakan rimpang sehat dengan tunas minimal 1–2 cm.

  • Tanam rimpang 3–5 cm di dalam tanah, lalu tutup dengan tanah tipis.

  • Letakkan di tempat teduh dengan cahaya matahari cukup


- Menyiram: 

  • Siram 1–2 kali sehari (pagi atau sore).

  • ​Jangan terlalu basah agar rimpang tidak busuk.


- Merawat:

  • Pupuk: Tambahkan pupuk organik setiap 1 bulan sekali.

  • Penyiangan: Cabut gulma di sekitar tanaman.

  • Pengendalian hama: Gunakan pestisida alami jika ada serangan hama.

  • Panen: Siap dipanen setelah 8–10 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning

Nature Reserve

Kontak Kami

Yayasan Tarakanita
J
l. Pelepah Indah Raya Jl. Boulevard Raya Gading Serpong No.1, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten 18510
P: (021) 3908836

© 2023 Tarakanita Tangerang Community of Research Team

  • Youtube
  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
bottom of page