
Pohon Petai Cina
Leucaena leucocephala

• Nama lokal
Petai cina
• Nama ilmiah
Leucaena leucocephala
• Penemu & sejarah singkat
Petai cina (Leucaena leucocephala) adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae
(Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan
lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah
ratusan tahun diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan
kehutanan, dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia.
^ a b c Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 2. Yay. Sarana Wana
Jaya, Jakarta. Hal. 885-887 (sebagai Leucaena glauca Benth.) (versi 1916. De
Nuttige Planten ... II: 221)
1
Pohon Petai Cina
Pohon kecil dengan tinggi 2-10 m. Memiliki batang pohon keras dan berukuran
tidak besar serta batang bulat silindris dan bagian ujung berambut rapat. Daun
majemuk terurai dalam tangkai, menyirip genap ganda dua sempurna, anak
daun kecil-kecil terdiri dari 5-20 pasang, bentuknya lanset, ujung runcing, tepi
rata, panjang 6-21 mm dan lebar 2-5 mm. Bunga majemuk terangkai dalam
karangan berbentuk bongkol yang bertangkai panjang dan berwarna putih
kekuningan atau sering disebut cengkaruk.
Buahnya mirip buah petai (Parkia speciosa) tetapi ukurannya jauh lebih kecil dan
berpenampang lebih tipis, termasuk buah polong yang berisi biji – biji
Kecil dengan jumlah cukup banyak, pipih, dan tipis bertangkai pendek, panjang
10-18 cm, lebar 2 cm dan diantara biji ada sekat. Biji terdiri dari 15-30 butir, letak
melintang, bentuk bulat telur sungsang, panjang 8 mm, lebar 5 mm, berwarna
coklat kehijauan atau coklat tua dan licin mengkilap.
Lamtoro dipakai untuk pupuk hijau dan sering ditanam sebagai tanaman pagar
sedangkan daun muda, tunas bunga, dan polong bisa dimakan sebagai lalap
mentah ataupun dimasak terlebih dahulu. Perbanyakan selain dengan
penyebaran biji yang sudah tua juga dapat dilakukan dengan cara stek batang
(Dalimarta, 2000).
2
Klasifikasi
Klasifikasi tanaman petai cina menurut (Plantamor, 2020) adalah :
- Kingdom : Plantae
- Subkingdom : Tracheobionta
- Superdivisi : Spermatophyta
- Divisi : Magnoliophyta
- Kelas : Magnoliopsida
- Subkelas : Rosidae
- Ordo : Fabales
- Family : Fabaceae
- Genus : Leucaena
- Species : Leucaena leucocephala (Lam.) De wit)
3
Manfaat
1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
2. Membantu Pengobatan Diabetes Melitus
3. Menurunkan Berat Badan
4. Membantu Pengobatan Penyakit Kanker
5. Meningkatkan Kesehatan Tulang
6. Menjaga Kesehatan Mata
7. Mengatasi Infeksi di Saluran Pencernaan
8. Mengoptimalkan Fungsi Otak
9. Mempercepat Penyembuhan Luka
10.Meningkatkan Kesehatan Kulit
https://bnp.jambiprov.go.id/13-manfaat-petai-cina-untuk-
kesehatan/?utm_source=perplexity
4
Cara Budidaya
Persiapan Lahan Tanam
Lahan tanam harus disiapkan dengan tepat. Hal ini penting untuk
mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman petai nantinya.
1. Lokasi tempat menanam petai sebaiknya di lahan yang subur. Petai dapat
tumbuh di dataran rendah maupun pegunungan. Lahan yang baik adalah
yang ber-pH antara 5,5 – 6,5.
2. Bersihkan gulma dan semak supaya penyerapan nutrisi ke tanaman petai
lebih optimal.
3. Buat lubang tanaman antara 40 x 40 x 40 cm. Atau disesuakan dengan
ukuran bibit yang akan ditanam.
4. Jarak antar lubang yang ideal untuk tanaman petai adalah 8 x 8 m. Bisa
dengan pola persegi maupun segitiga.
5. Berikan pupuk kandang di dasar lubang sebagai pupuk dasar.
6. Biarkan lubang selama 2 – 3 hari tersinari penuh untuk membunuh bakteri
yang ada di lubang tanam.
Proses Penanaman
Selanjutnya adalah proses penanaman. Proses ini penting dilakukan
dengan hati-hati untuk karena menentukan kualitas tanaman nantinya.
Penanaman sebaiknya dilakukan di musim penghujan. Hal ini bertujuan
supaya tanaman mendapatkan air yang cukup untuk pertumbuhan yang
sempurna.
Ambil bibit petai dan buka polybag nya dengan hati-hati. Pastikan saat
membuka polybag tanah tidak pecah dan tidak merusak akar tanaman.
Jika sudah, maka saatnya memasukkan bibit petai ke lubang tanam.
Setelah itu, bibit ditimbun dengan tanah. Pastikan timbunan tanah tidak
menutupi mata okulasi. Karena hal itu akan menyebabkan tumbuhnya
jamur pada batang.
Yang terakhir jangan lupa untuk menyirami bibit yang baru ditanam untuk
merapatkan pori-pori tanah.
Sumber :
https://www.kartani.co.id/petunjuk-teknis-cara-budidaya-petai-agar-hasil-
maksimal/?srsltid=AfmBOooqZ3k5-V_znUkZpTQhJU4rGcIqg21hz_kQegT5cBEL6dc1D_1Y

Kontak Kami
Yayasan Tarakanita
Jl. Pelepah Indah Raya Jl. Boulevard Raya Gading Serpong No.1, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten 18510
P: (021) 3908836
Tarakanita Tangerang